«

»

Jul 04

Apa itu Malam Nisfu Sya’ban ?

Apa itu “Nisfu Sya’ban” ?

Secara harfiah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan. Sedangkan Sya’ban adalah nama bulan ke-8 dalam penanggalan Hijriyah. Pertengahan bulan itu jatuh pada tangganl 15 Sya’ban. Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.

Pada Malam Nisfu Sya’ban itu , dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Tiga malam Menurut al-Ghazali, yaitu :

  • pada malam ke-13 Bulan Sya’ban Allah SWT memberikan sepertiga syafa’at kepada hambanya.
  • pada malam ke-14, seluruh syafa’at itu diberikan secara penuh. Dengan demikian,
  • pada malam ke-15, Umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Kita juga dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, seperti:

  • Salat,
  • Shaum/puasa(pada siangnya),
  • Zikir,
  • Membaca al-Qur’an,
  • Berdo’a
  • Dan amal-amal salih lainnya.

Hadist yang berhubungan dengan Nisfu Sya’ban:

  • Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: “Malam nisfu Sya’ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: “Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing.” (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).
  • Diantaranya hadis A’isyah: “Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal, namun cukup kuat.

Ayo kita ramaikan siang dan malam nisfu Sya’ban dengan amal-amal salih :D

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>